
Keterangan/Makna Lambang
Lambang secara keseluruhan dikenal dan sering disebut sebagai “Sinar Matahari Melati”. Tulisan kaligrafi Arab di bagian atas berbunyi “Muhammadiyah”, yang menegaskan bahwa gerakan kepanduan Hizbul Wathan (HW) merupakan bagian yang tak terpisahkan dari organisasi persyarikatan Muhammadiyah.
Berikut adalah uraian makna dari setiap elemen yang ada pada lambang:
1. Sinar 24 (Kuning dan Hijau)
Sinar matahari berjumlah 24 ini diadaptasi langsung dari lambang Muhammadiyah. Dalam konteks Hizbul Wathan, elemen ini memiliki filosofi:
- 24 Jam Kesiapan: Melambangkan bahwa seorang Pandu HW harus siap sedia berbakti dan mengabdi kepada Allah SWT, nusa, serta bangsa selama 24 jam sehari semalam.
- Warna Hijau: Melambangkan kesuburan, kesetiaan, dan kedamaian.
- Warna Kuning: Melambangkan kemuliaan, keagungan, dan semangat yang senantiasa menyala.
2. Bintang Bersudut 10
Bintang bersudut sepuluh memiliki makna yang mendasar dalam pembentukan karakter dan identitas HW:
- Undang-Undang Pandu HW: Melambangkan 10 Undang-Undang Pandu Hizbul Wathan yang menjadi kode kehormatan serta pedoman perilaku harian bagi setiap anggotanya.
- Warna Putih pada Bintang: Melambangkan kesucian hati dalam menjalankan tugas dan kewajiban.
3. Melati Putih dengan Warna Dasar Merah
Kuncup melati putih yang berada di dalam lingkaran berwarna dasar merah merupakan simbol inti kepanduan ini:
- Kuncup Melati Putih: Melambangkan kesucian dan keharuman. Pandu HW diharapkan menjadi pribadi yang suci dalam pikiran, perkataan, maupun perbuatan, serta mampu memberikan kemanfaatan (keharuman) bagi lingkungan sekitarnya.
- Warna Dasar Merah: Melambangkan keberanian dan sifat pantang menyerah. Seorang pandu harus berani menegakkan kebenaran dengan berlandaskan iman.
- Warna Putih pada Melati: Menegaskan kembali ketulusan dan kebersihan niat dalam setiap tindakan.
4. Siger
Siger berwarna keemasan merupakan mahkota simbol kebesaran adat dan budaya masyarakat Lampung. Elemen ini melambangkan identitas dan ciri khas kedaerahan setempat.
5. Padi dan Kapas dalam Satu Ikatan
Elemen padi dan kapas yang terikat menjadi satu menggambarkan nilai-nilai pokok keislaman dan persaudaraan:
- Padi (6 Butir – Kuning Keemasan): Melambangkan Rukun Iman. Setiap tindakan Pandu HW dalam kehidupan sehari-hari harus mencerminkan pribadi yang beriman dalam beribadah dan menghamba kepada Allah SWT.
- Kapas (5 Buah): Melambangkan Rukun Islam. Menunjukkan bahwa seorang Pandu HW adalah mukmin yang mengedepankan kesungguhan dan ketaatan dalam beribadah.
- Ikatan Padi dan Kapas: Melambangkan persatuan, kesatuan, dan eratnya ikatan tali persaudaraan (ukhuwah) dalam keluarga besar Hizbul Wathan.





